Rss Feed Facebook Twitter Google Plus

post:


Friday, June 21, 2013

Nihon Ryouri (日本料理)




Ada dari teman-teman yang belum mengenal kata Sushi (寿司) ? Makanan yang berasal dari Jepang ini telah menarik perhatian masyarakat dunia terutama di Indonesia sendiri. Selain memiliki bentuk yang cantik, kepopuleran sushi ini disebabkan karena makanan ini juga memiliki kandungan gizi yang sehat. 

Namun, pada awalnya, sushi di Indonesia sangat sulit untuk didapat. Selain karena sulit untuk membuatnya, sebagian bahan harus diimpor, dan masih sedikitnya ketertarikan masyarakat pada sushi. Saya sendiri pada awalnya enggan untuk mencoba sushi karena ada sebagian sushi yang mentah ataupun setengah matang. Namun seiring dengan waktu, semakin banyak orang yang mencoba sushi, saya pun jadi ingin mencoba bagaimana rasanya makanan populer Jepang ini. Dan sushi tak seperti yang saya pikirkan sebelumnya. Rasa nasi sushi yang khas dengan rasa asamnya itu, membuat saya ingin menyantap sushi setiap hari :).

Sekarang, sushi segar dapat kita temukan dimana-mana mulai dari restoran sampai supermarket dan gerai-gerai makanan cepat saji. Sushi disajikan dalam acara pesta besar dan juga hingga acara temu keluarga kecil-kecilan. Para turis yang khawatir dengan cita rasa serta kandungan bahan hidangan lokal, memilih mengunjuni restoran sushi yang lebih familiar dengan lidah mereka. Singkatnya, sushi telah menjelma menjadi makanan sehat, aman, dan sedap yang menjadi pilihan generasi sekarang.

Dalam rangka mata kuliah Nihon Bunka Taiken, saya dan teman-teman dari Sastra Jepang Bina Nusantara, berkunjung ke Sushi Tei, sebuah restoran sushi ternama di Indonesia. Di Sushi Tei, kami diperkenalkan berbagai macam jenis sushi dan juga cara membuat sushi tersebut. Pada kesempatan kali ini, saya tidak akan membahas jenis-jenis sushi ataupun cara membuatnya, tetapi saya lebih tertarik untuk membahas pelengkap-pelengkap sushi yang ada di meja restoran Sushi Tei. Saya sendiri hanya mengenal beberapa jenis dari pelengkap sushi ini dan kurang mengetahui apa saja fungsi pelengkap ini. Oleh karena itu, setelah mencari pembahasan dari berbagai sumber, inilah yang dapat saya jabarkan.

Bumbu-bumbu pelengkap sushi adalah sebagai berikut:

 Wasabi

Wasabi adalah bahan makanan pokok yang digunakan dalam menu sushi dan biasanya dipasangkan dengan kondimen lain seperti  jahe, togarashi. Wasabi satu jenis dari sayuran seperti lobak dan sawi. Di Jepang wasabi biasa diolah dengan cara diparut karena bagian tumbuhan wasabi diambil dari akar. (Sushi Tei Indonesia)

Wasabi berwarna hijau. Rasa dan aromanya yang kuat menohok hidung. Biasanya berbentuk pasta, wasabi merupakan akar tanaman keluarga kubis yang mirip dengan horse radish (semacam tanaman lobak). Wasabi sering dijodohkan dengan sushi atau sashimi.

Sedikit saja wasabi mampu melambungkan cita rasa sepotong sushi dari yang luar biasa menjadi luar biasa. Bila Anda tidak ingin menambahkan wasabi pada sushi, sisihkan sedikit ke bagian pinggir hidangan. Alternatif lain, sajikan sushi bersama sedikit shouyu, atau campuran wasabi dan shouyu. Wasabi instan memiliki banyak variasi, sangat mungkin untuk menemukan pasta wasabi yang mengandung wasabi murni, tapi kebanyakan berbahan dasar horse radish. Oleh karena itu, pilihlah wasabi yang terbaik atau buatlah sendiri.

Gari

Selain wasabi, saat makan sushi biasanya ditemani bumbu berwarna merah muda. Namanya gari. Gari merupakan potongan tipis akar jahe yang dibuat acar dengan cuka secara alami berubah menjadi merah jika diacarkan dalam bentuk segar. Gari digunakan sebagai penyegar di antara potongan sushi. Seperti juga wasabi, gari berguna juga sebagai antibakteri, sehingga aman memakan ikan mentah, meski dulu belum ada teknik lemari pendingin. Selain itu bersama wasabi pasta, potongan tipis gari dibentuk cantik hingga bisa menjadi hiasan.


Shichimi Togarashi

Shichimi togarashi yang aslinya berasal dari China, berkembang dan bertahan selama bertahun-tahun menjadi ramuan rempah-rempah Jepang. Bahannya berbeda-beda dari satu tempat dengan tempat lainnya, sehingga tidak ada datu pun resep yang sama. Bahan-bahan yang biasa digunakan seperti cabai Jepang kering, merica hitam, sansha (merica Jepang), kulit jeruk keprok, wijen hitam dan putih dan serpihan rumput laut kering. Biasanya digunakan untuk memberi rasa pada mi yang hambar seperti udon dan soba, makanan rebus atau panggang lainnya.


Shoyu (soy sauce)

Kecap Jepang dibuat dari kacang kedelai dan gandum yang difermentasikan. Warnanya cokelat tua. Shoyu sudah berkembang sejak abad ke-16. Shoyu dibuat dengan cara merebus kacang kedelai, menghancurkannya, menambahkan air garam dan rice kouji. Campuran ini kemudian direbus lagi hingga mengental menghasilkan ekstrak cairan itulah shoyu. Karena shoyu bisa bertahan lama, simpan dalam lemari pendingin untuk mempertahankan rasanya

Masakan Jepang menggunakan lima bumbu dasar, yaitu garam, gula, cuka, shoyu dan miso. Meski begitu, seperti juga masakan lain, ada berbagai bumbu lain untuk memperkaya rasa. Ternyata selain memberikan aroma atau rasa yang khas, bumbu-bumbu tersebut juga berguna untuk menjaga kesehatan dan pengawet alami. Tak heran orang Jepang tidak ragu menyantap makanan mentah karena bumbu-bumbu tersebut.

Sumber:

Smith, Fiona.2004. Sushi dan Miso Mudah Saji 26 Resep Kilat.Diterjemahkan oleh:Cahyani.Jakarta:Erlangga.
Iboe, Dua Katering.2012.Menu Katering Lunch Box Ala Jepang Bujet Rp 15 Ribuan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
https://www.facebook.com/sushiteiindonesia


Share This :

0 comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Flag Counter

free counters

My Blog List

Followers